Kamis, 03 September 2009

Semua berwal dari Upin&Ipin


Udah beberapa minggu ini aku “demam” serial animasi Upin & Ipin. Terlambat memang, saat semua orang sudah punya soft copy-nya dan mebahasnya aku masih berkutat pada bagian meniru-niru aksen si ipin. Hehe sempat jadi bahan ledekan di antara teman-teman yang lain. “Ya ampun!!! Hari gini baru demam upin, ipin?????”, begitulah ekspresi mereka saat aku mengucapkan kata betul, betul, betul ala ipin.

Hahaha terserah mau di sebut apa, yang jelas aku memang sedang tergila-gila sama serial ini. Sempat mencari-cari via teman siapa tahu ada yang punya soft copy-nya dan berniat ingin meminjamnya. Memang ada yang punya, tapi karena akses bertemu yang sulit mejadikan keinginan itu harus di tunda (padahal gak jauh-jauh amat si).

Well akhirnya keinginan itu menjadi-jadi, suatu kebiasaan buruk aku yang selalu tak sabaran untuk mendapatkan sesuatu. Aku benar-benar tak sabar untuk menonton seluruh episode ceritanya. Bagaimana tidak, dua kakak beradik itu sangat menggemaskan terlebih di tunjang dengan cerita yang merakyat menjadikan seluruh kemasannya menjadi benar-benar menarik. Eiiiiiit…ini menurut aku, terserah kamu mau berpendapat apa.

Pencarianpun di mulai, tak ada tempat lain, aku mencari ke penjual DVD bajakan. Ini bagian yang aku benci, di sini memperlihatkan betapa mudahnya aku mematahkan komitmen yang aku buat di awal-awal “Tak mau lagi membeli bajakan” tapi nyatanya sudah empat kaset yang aku beli beberapa bulan terakhir, ckckckc. Bukan tanpa alasan, hal ini ku lakukan atas dasar beberapa pertimbangan yang antara lain: download di internet juga bagian dari membajak, fotokopi buku juga iya, trus beli barang imitasi juga gitu. Gak ada bedanya kan?? Semua merugikan pihak lain, namun 9 dari 10 manusia (menurut aku) lebih memilih cara cepatnya yaitu bajakan. Ahh bagian ini cukup jadi intermezo saja, perlu mengumpulkan data dan pendapat orang untuk membahasnya karena pernah sempat menanyakan ke”legalan” cara ini namun jawabannya tak memuaskan atau gantung meskipun ada satu yang menjawab polos dan yahhh aku suka jawabannya.

Back to the topic. Upin&Ipin, Uereka!!!!! Finally I found it. Penemuan yang unik menurutku. Setelah berhari-hari mengidamkannya. Aku menemukannya di pasar ketika menemani si mama belanja ta’jilan. Emang Allah maha sempurna dalam mebuat skenarionya (kalimat pengganti kata “kebetulan”) aku menemukannya ketika ada dua orang anak yang sedang teriak “eh ini si upin”. Sontak aku ke sumber suara dan you know what? I’m trully found it.

Dengan rasa puas sambil mengetikkan kalimat-kalimat ini, aku telah menghatamkan 16 ceritanya. Tidak butuh banyak waktu karena durasinya tidak lama. Dan tahukah kamu??? Aku sangat puas…hahahaha akhirnya.

Dari cerita ini aku mengambil banyak kesimpulan selain penggambaran tokoh-tokohnya yang polos disana tersirat banyak pesan: persahabatan, kekeluargaan, hormat pada orang tua, dan yang terpenting adalah Ketuhanan manusia.

Mungkin untuk hal-hal itu sudah biasa bagi sebagian orang karena memang pada setiap cerita selalu ada pesan moral yang ingin di sampaikan oleh sang narator. Namun hal yang sangat mencolok di serial ini buat aku adalah betapa mereka (orang Malaysia.red) menghargai sebuah budaya yang mereka miliki. Hal ini sangat terlihat dari keoriginalitasan dan latar cerita yang di buat.

Disaat anak bangsa kita sibuk ngefans dengan kartun-karun impor, mereka tetap menyuguhkan cerita rakyat ala animasi yang kalau boleh aku berpendapat itu bagian dari wujud pelestarian budaya dan cara ampuh untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga pada tanah air.
Tanpa mengurangi rasa hormat pada para sineas intelek yang membuat film bermutu seperti Laskar Pelangi, Garuda di Dadaku, King, Denias, dll. Kita masih harus membenahi banyak hal untuk meciptkan masyarakat yang punya motivasi tinggi dan mencintai tanah airnya. But overall kalian sudah melakukan yang terbaik, keep going dude…

Kenapa harus animasi atau kartun???? Karena menurut aku ini adalah hal yang sangat murah, tentunya jika tidak di putar di bioskop, karena kalau begitu sama saja, tidak bisa di nikmati oleh seluruh golongan. Rasanya sudah hilang masa keemasan Si Unyil (hanya itu sajian anak2 yang aku ingat). Sempat ada juga film imajinasi yang di buat oleh anak bangsa seperti BUMi karya Garin nugroho tapi juga tidak terlalu di nikmati, selanjutnya mana??? Aku tidak pernah menyaksikan karya-karya anak bangsa dalam bidang ini. Atau mungkin aku yang kurang update, semoga saja.

Aku tunggu saat itu, ketika di stasiun TV Global mengantri film-film kartun versi Indonesia dan di nantikan oleh anak-anak di rumah. Wahh indahnya.

Selain itu, aku jadi berkesimpulan bahwa dengan kasus yang didalangi oleh Malaysia saat ini adalah bentuk kecintaan pada budaya, yah meski kecintaan yang terlalu atau sangat berlebihan dengan mengakui kebudayaan-kebudayaan kita sebagai kebudayaan mereka. Namun di sini juga perlu dilihat bahwa sebagian besar dari kita memang kurang peduli dengan begitu banyak kenikmatan yang Allah berikan. Baru sadar ketika hal itu di rebut oleh orang lain.

See?? Lagi-lagi ini bagian dari hilangnya cinta dan perhatian kita pada budaya kita sendiri yang telah di gantikan oleh budaya barat. Emang benar kata guru SD dulu, kita harus menyaring seluruh kebudayaan yang masuk ke Negara kita kalau tidak ingin kehilangan.
Hmm semoga kasus yang sedang di alami oleh kedua Negara cepat terselesaikan dengan cara yang bijak tanpa gontok-gontokan bahkan perang, Na’udzu billah. Karena walau bagaimanapun kita saudara seiman dan jangan sampai ada yang tertawa di balik kejadian saat ini. Bukan berniat mencurigai pihak lain, tapi berdasarkan referensi yang aku baca kejadian-kejadian yang terjadi di dunia ini tidak terjadi secara alami melainkan ada pihak yang melakukan konspirasi. Seperti perang dunia 1, PD 2, berbagai revolusi , yang di Jerman, bahkan kematian putri Diana semua di dalangi oleh satu pihak, dan kamu tahu siapa itu.

Kalau sekarang kejadian itu terjadi pada kita, bukan hal yang tidak mungkin bukan???? Ya semoga Allah masih melindungi bangsa dan Negara kita dari “kerjaan” pihak luar dan semoga rentetan kejadian yang menimpa bangsa ini bisa mejadi refleksi yang baik kedepanny. Dan buat sodara-sodaraku yang baru terkena musibah gempa, semoga Allah memberikan balasan yang baik di masa yang akan datang..Kembalilah semangat….
For u my country…
I Love U Full…





Tidak ada komentar:

Posting Komentar